Vietnam dijajah oleh Tiongkok sejak tahun 110 SM sampai mencapai kemerdekaan pada tahun 938. Setelah bebas dari belenggu penjajahan Tiongkok, Vietnam tidak berhenti menentang serangan pihak asing. Pada abad ke 19 Vietnam menjadi wilayah jajahan Perancis. Perancis menguasai Vietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Perancis disebabkan keinginan untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Perancis untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.

Semasa pemerintahan Perancis golongan rakyat Vietnam dibakar semangat nasionalisme dan ingin kemerdekaan dari Perancis. Beberapa pemberontakan dilakukan oleh banyak kelompok-kelompok nasionalis tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919 semasa Perjanjian Versailles dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan agar Vietnam dapat merdeka. Permintaannya ditolak dan Vietnam serta seluruh Indochina terus menjadi jajahan Perancis.


A. KOLONIALISME DI VIETNAM
Pada abad ke 19, Vietnam menjadi wilayah jajahan Perancis. Perancis menguasai Vietnam setelah melakukan beberapa perang kolonial di Indochina mulai dari tahun 1840-an. Ekspansi kekuasaan Perancis disebabkan keinginan untuk menyaingi kebangkitan Britania Raya dan kebutuhan untuk mendapatkan hasil bumi seperti rempah-rempah untuk menggerakkan industri di Perancis untuk menyaingi penguasaan industri Britania Raya.

Semasa pemerintahan Perancis golongan rakyat Vietnam dibakar semangat nasionalisme dan ingin kemerdekaan dari Perancis. Beberapa pemberontakan dilakukan oleh banyak kelompok-kelompok nasionalis, tetapi usaha mereka gagal. Pada tahun 1919 semasa Perjanjian Versailles dirundingkan, Ho Chi Minh meminta untuk bersama-sama membuat perundingan agar Vietnam dapat merdeka. Permintaannya ditolak dan Vietnam serta seluruh Indochina terus menjadi jajahan Perancis.


ho chi minh
Gambar : Ho Chi Minh


Kelompok Viet Minh akhirnya mendapat dukungan populer dan berhasil mengusir Perancis dari Vietnam. Selama Perang Dunia II, Vietnam dikuasai oleh Jepang. Pemerintah Perancis, Vichy bekerja sama dengan Jepang yang mengantar tentara ke Indochina sebagai pasukan yang berkuasa secara de facto di kawasan tersebut. Pemerintah Perancis tetap menjalankan pemerintahan seperti biasa sampai tahun 1944. Ketika Perancis jatuh setelah tentara sekutu menaklukan Perancis dan Jendral Charles de Gaulle diangkat sebagai pemimpin Perancis.

Setelah pemerintah Perancis Vichy tumbang, pemerintah Jepang menggalakkan kebangkitan pergerakan nasionalis di kalangan rakyat Vietnam. Pada akhir Perang Dunia II, Vietnam diberikan kemerdekaan oleh pihak Jepang. Ho Chí Minh kembali ke Vietnam untuk membebaskan negaranya agar tidak dijajah oleh kekuasaan asing. Ia menerima bantuan kelompok OSS.

Pada akhir Perang Dunia II pergerakan Viet Minh di bawah pimpinan Ho Chí Minh berhasil membebaskan Vietnam dari tangan penjajah, tetapi keberhasilan itu hanya berlangsung sebentar. Pihak Jepang menangkap pemerintah Perancis dan memberikan Vietnam satu bentuk kemerdekaan sebagai bagian dari rancangan Jepang untuk membebaskan bumi Asia dari penjajahan barat. Banyak bangunan diserahkan kepada kelompok-kelompok nasionalis.


B. HUBUNGAN DENGAN KOMINTERN
Gerakan kemerdekaan Vietnam yang merupakan manifestasi dari sikap anti dominasi asing sebenarnya sudah semenjak jaman dulu. Kemudian sikap semacam itu dipruncing dengan politik kolonial Perancis yang kaku dan tak kenal peri keadilan. Ia melaksanakan politik asimilasi tanpa memberi kesempatan kepada bangsa Vietnam untuk ke arah self government. Sikap kaku dan intoleran dari kolonial Perancis ini mempertajam perasaan anti pati rakyat. Perlawanan timbul dimana-mana, sayangya perlawanan ini tidak tekordinir dengan baik.

Di Vietnam perjuangan melawan Perancis secara garis besar ada dua kelompok yang sulit untuk besatu, yaitu kelompok nasionalisme dan kelompok komunisme. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata gerakan komunis berhasil memegang posisi kunci dalam memimpin rakyat untuk berjuang melawan kaum penjajah.

Dengan demikian pergerakan kemerdekaan Vietnam tidak bisa di lepaskan dari komintern. Sebab dalam komintern inilah segala kegiatan dan jaringan-jaringan gerakan komunisme seluruh dunia diatur. Komintern yang di dirikan oleh Lenin pada tahun 1919 ini merupakan kubu yang sangat berfungsi dan banyak memberi bantuan kepada gerakan komunis untuk memperjuangkan kemerdekaan. Hal ini sesuai dengan garis kebijakan Lenin yaitu meawajibkan semua kekuatan-kekuatan komunis untuk membantu gerakn-gerakan kemerdekaan. Juga ditugaskan untuk melakukan gerakan revolisioner di negara-negara non-komunis. Hal ini bertujuan dapat mewujudkan negara yang komunistis.

Selanjutnya pada 3 pebruari 1930, setelah kelompok-kelompok komunis disatukan oleh Ho Chi Min, berdirilah partai komunis Vietnam. Dengan berdirinya partai komunis ini merupakan kemajuan besar. Mengenai tujuan dari revolusi perjuangan mereka dirumuskan oleh partai komunis Vietnam. Ada 10 point. Dan tiga yang pokok adalah:

•Melawan imperalis Perancis, feodalisme dan kaum reaksioner kelas kapitalis Vietnam.
•Membentuk negara Vietnam merdeka secara penuh.
•Mendirikan pemerintahan yang terdiri dari kaum buruh, petani dan militer.

bendera vietnam
Gambar : Bendera Negara Vietnam



C. DEKLARASI KEMERDEKAAN DI HANOI
Pada tanggal 2 September 1945 di Hanoi, Ho Chi Minh secara umum mendeklarasikan kemerdekaan Vietnam ketika para komunis di Vietnam Selatan, Viet Minh mengikutsertakan pemerintahan kolonial Perancis pada perang gerilya. Bermula tepat setelah deklarasi kemerdekaan tersebut, Ho Chi Minh pada posisinya sebagai pemimpin pergerakkan kemerdekaan di Vietnam Utara memutuskan untuk bernegosiasi dengan Perancis. Alasannya adalah pada waktu itu lebih dari 180.000 pasukan nasionalis Cina di Vietnam Utara. Viet Minh di Vietnam Utara merasa secara simultan liberalisasi mereka untuk melawan kekuatan dari kolonial Perancis dan pasukan Cina.

Pada tahun 1946 setelah Perancis membangun kembali pemerintahan kolonial mereka di Vietnam, para nasionalis Cina setuju diberlakukannya kembali pasukan Cina dari Vietnam. Hal ini telah terjadi, Viet Minh menambah serangan mereka terhadap kekuatan kolonial Perancis dan memasangnya juga di bagian Selatan dan Utara Vietnam. Ketika Perancis berhasil dalam menahan kota dibawah kekuasaan mereka, peraturan di daerah pedalaman makin bertambah karena Viet Minh.


D. JATUHNYA BENTENG DIEN BIEN PHU
Pada tanggal 20 November 1953 kekuatan kolonial Perancis menempatkan sebanyak 16.000 pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara. Dari Dien Bien Phu, Perancis bermaksud untuk mengawasi daerah perbatasan di antara kedua negara. Hal ini dianggap perlu karena Viet Minh melakukan pergerakan komunis dilengkapi dengan persenjataan di Pathet Lao.

dien bien phu
Gambar : Pertempuran di Dien Bien Phu


Militer Perancis percaya bahwa Lembah Dien Bien Phu yang memiliki panjang 19 kilometer dan lebar 13 kilometer aman dari serangan Viet Minh. Namun pada minggu-minggu dan bulan-bulan berikutnya, pasukan Vietnam dibawah pimpinan Jenderal Giap, menyiapkan penyerangan ke Dien Bien Phu. Dengan bantuan lebih dari 200.000 orang kuli pengangkut barang, Viet Minh mengatur pengangkutan artileri berat ke gunung-gunung yang mengelilingi lembah Dien Bien Phu. Namun kesalahan dari tentara Perancis adalah sangat meremehkan kekeuatan musuh dan tidak memeandang situasi dan kondisi rakyat Vietnam secara integral.

vo nguyen giap
Gambar : Vo Nguyen Giap


Keteledoran itulah yang dilihat oleh jendral Vo Nguyan Giap, merupakan saat yang tepat melakukan serangan tingkat terahir. Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan mereka terhadap pasukan Perancis di Dien Bien Phu. Pada tanggal 7 Mei 1954, mereka berhasil menaklukan pusat komando Perancis. 9.500 anggota pasukan kolonial Perancis ditangkap. Ini merupakan kekalahan paling buruk dalam sejarah pasukan kolonial Perancis.

Pada tanggal 30 Januari 1945 kembali tentara Viet Minh mengitari benteng dengan kapal udara dan alteri sehingga banyak tentara yang lari menyelamatkan diri. Ternyata kondisi Perancis semakin terdesak. Kondisi yang seperti ini memaksa Blok barat untuk masuk ke meja perundingan. Disini Viet minh mendapat dorongan dari RRC dan Rusia untuk menerima untuk di adakan perundingan.pada Februari 1954 empat besar yaitu Amerika, Inggris, Perancis,dan Inggris bertemu di Berlin untuk merundingkan masalah Korea dan Indochina. Sebagai realisasi akan diadakan konferensi Jenewa pada 26 April 1954. Mendengar sebentar lagi akan diadakan perundingan, Jendral Vo Nguyen Giap mempersiapkan pasukan untuk melakukan serangan ke benteng Dien Bien Phu. Serangan ini bukan lagi serangan kecil-kecilan tetapi sudah merupakan taktik terkahir dalam perang Gerilya dan saat itulah pertempuran berkobar di Dien Bien Phu.

dien bien phu
Gambar : Peta Pertempuran



E. KONFERENSI JENEWA
Pada tanggal 25 April 1954 dibukalah Konferensi Jenewa yang di hadiri oleh Perancis, Republik Demokrasi Vietnam, Republik Vietnam, Kamboja, Laos, RRC, Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Korea Utara dan Korea Selatan. Rencana pembahasan adalah Korea dan Vietnam namun karena kondisi di Vietnam sudah tidak terkontrol lagi maka pembahasan di fokuskan ke Vietnam. Serangan pasukan Viet Minh betul-betul luar biasa sehingga membuat tentara Perancis kocar kacir. Pertempuran selama 55 hari dan 55 malam ini akhirnya kekuatan Perancis yang masih tersisa dihancurkan pada tanggal 7 Mei 1954. Pertempuran berhenti dengan kemenagan Viet Minh.

Kemenangan Viet Minh mempercepat proses Perjanjian Jenewa. Pada tanggal 20 Juli 1954, mencapai puncak kesepakatan dengan 6 bab dan 47 pasal. Secara garis besar dapat disimpulkan yaitu :

•Mengakui kemerdekaan penuh Kamboja, Laos dan Vietnam.
•Pembagian Vietnam menjadi dua(utara dan selatan)dengan batas garis lintang 17LU.
•Perancis dan Republik Vietnam Selatan menarik pasukan yang ada di Utara.
•Republik Demokrasi Vietnam harus pula menarik pasukan dari lintang 17 LU.
•Republik Demokrasi Vietnam yang menguasi daerah Utara diakui secara de facto.
•Dan untuk penyatuan Vietnam akan diadakan pemilu pada bulan Juli 1956 dibawah pengawasan Komisi Pengawas Internasional.

Disini untuk Amerika Serikat dan Vietnam Selatan tidak mau menandatangani Perjanjian di karenakan keduanya tidak menyetujui point-point dalam Perjanjian Jenewa. Dan tentunya memiliki pandangan ada tujuan tersendiri untuk Vietnam yang akan datang. Mereka menilai isi Perjanjian Jenewa bukanlah suatu akhir. Justru ketentuan tersebut melahirkan dua Negara Vietnam yang masing-masing memiliki perbedaan pandangan, idiologi dan tingkah politik. Bagi Ho Chi Minh selaku ketua Viet Minh, dia tidak setuju dengan pembagian Vietnam karena dia berprinsip “Independence and unit y”. Perjanjian Jenewa bertentangan dengan harapan Ho Chi Minh yang nantinya akan membawa perkembangan politik di Vietnam lebih komplek. Perbedaan idiologi dan campur tangan asing tidak dapat dielakan lagi yang akhirnya tidak hanya berimbas pada Vietnam tapi juga negara-negara di sekitarnya.


- Reviewer: Ivan Sujatmoko - ItemReviewed: Perang Kemerdekaan Vietnam Rating: 5

0 Komentar

Poskan Komentar